Rabu, 15 Juli 2015

Semangat Berbagi Terus Ada di Keluarga Ibu Warsem

Suasana jalan ibukota sore ini cukup lengang,mungkin sudah banyak masyarakat yang mudik.Lebaran identik dengan mudik,berkumpul bersama keluarga tentunya hal yang sangat dinantikan oleh para pekerja yang tinggalnya jauh dari keluarga.Mencari rezeki jauh dari keluarga,sesuatu pengorbanan pastinya.Semangat untuk kebahagiaan keluarga itu sangat utama,yang akhirnya banyak memilih untuk merantau.

Begitu juga dengan keluarga Ibu Warsem, dengan penglihatan yang sudah tak setajam dulu lagi, lantaran penyakit katarak ‘setia’ hinggap di kedua mata yang penuh dengan sejuta harapan itu. Garis-garis kulitnya kian mengeriput, ditambah dengan kehidupan ekonominya berada dibawah garis kemiskinan, semakin memperjelas ketidakberdayaan yang tengah dirasakannya.

Sabtu, 11 Juli 2015

250 Anak Yatim Terima Santunan Dari Dompet Dhuafa dan PT.Adira Finance


Perjalanan saya sore ini benar-benar membuat hati saya bahagia.Dan kebahagian kali ini tentunya juga dirasakan oleh adik-adik yatim piatu dari 7 yayasan di wilayah Jabodetabek berjumlah sekitar 250 orang yang akan mendapatkan paket lebaran berupa santunan, pakaian, dan perlengkapan salat. Alhamdulillah saya berkesempatan menghadiri acara yang berlangsung pada Jumat (10/7), di Masjid Cut Mutia, Jakarta. 

Minggu, 28 Juni 2015

Outbound Citra Alam Riverside,Sarana Membangun Kebersamaan

Tinggal di perkotaan dengan segala aktifitas dan rutinitas yang padat,membuat kebanyakan orang mengalami kebosanan.Kebosanan ini tentunya berdampak bagi pekerjaan atau kegiatan sehari - hari.Berlibur dengan keluarga atau rekan kantor adalah salah satu cara untuk mengembalikan energi kita untuk semangat beraktifitas sehari-hari.Berlibur tentunya tidak harus jauh,dekat dengan lokasi tempat tinggal dengan suasan yang berbeda itu tentu sangat nyaman.Waktu yang dibutuhkan tidak harus sampai mengorbankan jadwal bekerja.Cukup ambil waktu diakhir pekan,semua bisa terlaksana.

Domisili saya yang berbatasan langsung dengan Bogor,memberikan keuntungan tersendiri.Bogor yang identik dengan puncaknya  tentu sudah tidak asing lagi. Mereka yang tinggal disekitar Jakarta juga sering menghabiskan liburan akhir pekan ke kawasan puncak dan sekitarnya.Tidak heran setiap akhir pekan macet menjadi langganan utama ketika berkunjung ke kawasan ini.Kegiatan yang di lakukan di kawasan puncak ini sangat beraneka ragam,dan semua bertujuan menghibur, melepaskan kelelahan pastinya. Maka jangan heran banyak bermunculan aktifitas - aktifitas seru ketika berlibur.Menginap di villa,bercengkrama sambil bakar -bakaran,atau sekedar menikmati kesejukan air dan udara dikawasan puncak.

Selasa, 24 Maret 2015

Gizi Seimbang,Investasi Bangsa Masa Depan

 
Sumber : Twitter NUB


Kebahagiaan seorang perempuan rasanya lengkap sudah ketika melahirkan pertama kali.Semua keluh kesah dan ketidaknyamanan saat hamil hilang seketika,berganti dengan kebahagiaan bersama buah hati tercinta. Membesarkannya adalah tugas orangtua selanjutnya,banyak hal yang harus diketahui dan harus dipelajari sebagai orangtua.Ketika melahirkan farissa,sejak dikandungan saya dan suami rajin membaca literartur- literatur  yang berkaitan dengan kelahiran.Mengikuti seminar - seminar juga kami lakukan,tentunya itu buat bekal kami kelak.

Setiap orang tua pasti ingin anaknya tumbuh sehat dan pintar. Sebagai orangtua kita wajib mengenali ciri - ciri  anak yang sehat sejak dini, agar cepat dapat diatasi bila menemui kelainan. Memiliki anak yang ceria,pintar,di tambah berat badannya juga ideal serta nafsu makan yang baik sepertinya sangat diharapkan setiap orang tua. Saya sendiri juga menginginkan kedua buah hati saya tumbuh sesuai dengan harapan kami orangtuanya.Untuk anak - anak yang sehat tidak hanya dilihat dari segi fisik namun juga dari segi psikis dan bagaimana dia bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.

Kamis, 19 Maret 2015

Tidur Nyenyak, Kunci Senyum Di Pagi Hari



Kedua putra putri saya Alhamdulillah lepas dari pemakaian diapers diusia yang cukup.Si sulung Farissa sejak usia satu tahun hanya malam hari memakai diapers.Ketika usianya menginjak dua tahun sudah tidak memakai diapers sama sekali.Sang adik naik 6 bulan usia lepas diapersnya dari sang kakak.Usia 2,5thn faqih  baru benar benar lepas diapers.Untuk pemakaian siang hari kedua putra putri saya ini memang sudah di batasi sejak usia mereka satu tahun.Kalau sedang di rumah meraka tidak sama sekali memakai diapers.

Permasalahn biasanya muncul ketika tidur malam hari mereka masih suka ngompol jadi masih dipakein diapers.Kalau mereka enggak pake diapers kebayang tidurnya tidak nyaman dan yang pasti jadi rewel dan cengeng.Kita saja orang dewasa ingin merasakan tidur itu tidak terganggu sama sekali,nyenyak banget pokoknya.Apalagi anak - anak yang usianya masih bayi ini,tidur adalah saat mereka benar - benar rileks istilahnya.

Senin, 02 Maret 2015

Tidak Ada Yang Kebetulan

Perjalanan pulang saya kali ini menggunakan angkot,hal yang sudah lama tidak saya lakukan.Biasanya naik commuterline dan ojek.Berhubung jalur yang saya tempuh kali ini lebih nyaman memakai angkot.Melihat jam sudah menunjukkan pukul 7 malam,bisa dipastikan sekitar jam 9 saya baru sampai rumah.Padahal sudah dari jam 7 pagi saya keluar dari rumah.

Hari ini agenda saya fokuskan silaturahmi dan menghadiri acara keagamaan,berharap energi positif terus hadir dalam kesehariaan saya.Di mulai dengan menghadiri wisuda tahfidz pesantren Alhayah di bilangan pejaten.Memasuki tempat ini saya langsung terkagum kagum dengan melihat para calon penghuni surga ini.Usia mereka rata rata dibawah 20thn,tetapi semangat mereka menghafal ayat ayat suci Alquran membuat saya menunjuk diri saya sendiri,di usia yang tidak lama lagi akan memasuki kepala 4,saya belum bisa seperti mereka.

Usia muda mereka dihiasi dengan menghafal Alqur'an dan dengan nyata mereka ini generasi harapan dari keluarga mereka.Proses acara wisuda pun dimulai,tertegun mata saya ketika yang tampil di depan seorang bocah yang usianya 9 thn..dengan kulit dan wajah yang khas.Air mata saya sudah tidak tertahankan lagi ketika mendengar lantunan ayat suci dari mulut bocah ini.

Ismail,itulah nama anak ini,nama yang seorang nabi diberikan oleh ustadz di yayasan ini.Rupanya ismail seorang mualaf dari papua.Orangtuanya masih di papua.Hafalan Al quran ismail semakin banyak setiap harinya.Daya ingat dan daya tangkapnya juga terbilang cepat.Dengan logat papua yang khas,ismail memanggil teman- temannya dalam.bahasa indonesia yang jarang kita dengar.Sayapun memberanikan diri menemuinya,dengan malu malu dan senyum khas ketika saya mengajaknya berfoto bersama.

Rupanya ada sekitar 5 orang anak papua yang tinggal di pesantren Al Hayah,mereka semua masih family.Sayapun berkesempatan menemui satu orang lagi,sepertinya anak ini usianya paling besar dibandingkan dengan yang lain.Namanya Marwah,nama itupun nama pemberian ustadz.Dari marwah yang saya dapat info,dalam sebulan bisa sampai 10 kali khatam baca Al quran...Subhanallohhh

Perjalanan pagi ini tidak ada yang kebetulan,semua ada hikmahnya dan juga atas ijinNYA saya bisa menghadiri acara ini.Ya Alloh hanya Engkaulah yang memiliki hati hamba ini,semoga hati ini selalu dalam naunganMU.

Kamis, 26 Februari 2015

Berbahagialah Dengan Teguran

Marah,kesel,benci,nyebelin itu semua karakter yang memang sudah ada disetiap dirikita sebagai manusia.Kalau hidupnya nyaman nyaman aja pastinya enak banget kali ya.Pas kuliah dulu saya pernah mengungkapkan sesuatu ke sahabat saya,"Hidup itu ya dinikmati jangan dibikin susah"...sahabat saya hanya tertawa saat itu,dan malah bilang "Omongan loh kaya nyokap gw",wah gw orang tua dong ledek saya..

Dari situ sayapun mulai belajar menata hati,berani mengambil keputusan dan mendengar pendapat oranglain.Hidup saya juga tidak semulus yang saya harapkan,banyak mendapatkan cobaan,sebelum menikah saya lebih enjoy,karena masih ada orangtua tempat saya berbagi dan meminta apa yang saya butuhkan.Tetapi dengan menikah,mempunyai anak,berhadapan dengan rutinitas rumah tangga sehari - hari apa saya enjoy ???,pertanyaan yang perlu dijawab enggak ya,kalau ga enjoy terus mau bagaimana dong ??.Enjoy,seneng,sedih,bahagia itu diri kita sendiri yang buat loooh.

Selasa, 17 Februari 2015

Tips Ikutan Live Tweet


Sebenarnya bingung juga pas disuruh posting tips - tips biar menang livetweet.Asli postingan ini bukan buat membanggakan diri,ya sayamah apalah...berbagi dengan sedikit ilmu yang saya dapati karena pengalaman.

Kalau mau ikutan lomba livetweet pastinya kudu punya account twitter lah pastinya.Yang belum ayo bikin,nah kalau sudah bikin di apain ??? Mulailah start dengan menulis atau istilahnya kultwit di timeline kita.Fungsinya menguasai gadget dulu,livetweet itu membutuhkan kecepatan jari dan otak menurut saya.


Minggu, 15 Februari 2015

Kehilangan Sosok Yang Amat Dicintai


Postingan kali ini saya dedikasikan buat sahabat tercinta  "Inggit Wigati"

"Mba,ayo dong ketemuan..main ya kerumahku di lebak bulus ",
"Iya nih ucapku" membalas WhatsApp itu 

Hampir tiga tahun tahun lamanya saya dan inggit tidak bertemu,selepas resign dari kantor yang lama.Komunikasi intenspun baru belakangan ini,setelah akhirnya kita para ex karyawan PT PLN (Persero) Area Cinere bikin group WhatssApp.Cerita - cerita masa lalu,saling ledek - ledekan itu hal biasa yang kami lakukan sejak jaman kerja kantoran.Kalau ga ada yang di ledekin rasanya aneh banget.Kedekatan dengan sosok cah ayu asli kendal ini lebih ke seringnya sama sama cerita apa aja.Ya namanya juga perempuan saat itu belum nikah,yang diomongin ga jauh dari sosok suami idaman..ya bukan pacar tapi suami.

Rabu, 11 Februari 2015

Dengan Go-Jek Serasa Punya Supir Pribadi

Kalau di tanya tentang angkutan favorit saya selain CommuterLine saat ini adalah Ojek.Jarak tempat tinggal yang istilahnya Jakarta coret,menjadikan ojek siap mengantar saya dari stasiun ke rumah. Saat ini siapa coba yang nggak tau Ojek, sebuah profesi yang selama ini seringkali dikesankan marjinal dan  tidak profesional. Keluhan bosannya menghadapi kemacetan Jakarta yang kian menjadi - jadi. Belum Capek menunggu angkutan umum yang tidak kunjung tiba. Dan kita butuh kendaraan bebas macet untuk memburu waktu,yaaa Ojeklah jawabannya.

Terus bagaimana jadinya kalau ojek konvensional yang biasa mangkal di pinggir jalan dikelola layaknya manajemen taksi. Sebagai pelanggan kita tinggal telepon, atau lebih mudah lagi klik aplikasi order di gadget . Dan dalam hitungan menit, si tukang ojek datang menjemput kita.Sambil duduk manis yang ditunggupun datang,jawabannya adalah Go -Jek.



Helm Go - Jek